Makanan Untuk Penderita Anemia

Makanan Untuk Penderita Anemia – Zat besi atau iron mempunyai fungsi didalam tubuh antara lain sebagai media transportasi bagi oksigen dari paru-paru ke berbagai jaringan tubuh serta juga berfungsi sebagai katalis dalam proses perpindahan energi didalam sel.

Secara alamiah zat besi diperoleh dari makanan sehari-hari. Zat besi banyak terkandung didalam produk hewani terutama daging merah, telur serta ikan. Zat besi juga terkandung didalm bahan makanan nabati seperti jenis kacang-kacangan (kacang kedelai dan kacang hijau) berbagai jenis sayuran berwarna hijau tua dan buah-buahan. Penyerapan zat besi dari bahan makanan hewani dapat mencapai 10-20% sedangkan nabati hanya 1-2%, Kekurangan zat besi dapat menimbulkan penyakit anemia atau yang biasa dikenal masyarakat dengan sebutan penyakit kurang darah.

Tanda-tanda kekurangan zat besi antara lainb pucat, lemah, lesu, pusing dan penglihatan sering berkunang-kunang. Pada pemeriksaan kadar Hb dalam darah maka angka Hb akan kurang dari normal. Kebutuhan zat besi relatif lebih tinggi pada Ibu hamil, Ibu menyusui, dan perempuan usia subur.

Pada wanita yang sedang hamil kekurangan zat besi akan menambah resiko mendapatkan bayi yang serat badannta rendah, resiko pendarahan sebelum dan pada saat persalinan, bahkan kematian ibu dan bayi dapat dialamibila ibu hamil menderita anemia berat. Kekurangan zat besi  didalam tubuh dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif antara lain berkurangnya kekebalan tubuh, menurunnya daya konsentrasi, menurunnya daya ingat, menurunnya performa belajar, mudah marah, kurang nafsu makan, dan menurunnya kebugaran tubuh. Hal ini dapat terjadi pada anak-anak sampai orang dewasa.

Anemia atau kurang darah dapat diatasi dengan minum tablet dan suplemen iron. Pada beberapa orang yang mengonsumsi iron dapat menimbulkan efek samping seperti mual, nyeri lambung, muntah, terkadang ada yang disertai dengan diare, dan sulit buang air besar. Untuk menghindarkan efek saming konsumsilah tablet atau supelemen iron pada malam hari. Konsumsilah tablet atau supelemen iron dengan segelas air masak agar penyerapannya dapat maksimal. Jangan kaget apabila setelah mengonsumsi tablet atau suplemen iron warna kotoran atau feses menjadi hitam.

Sebaiknya pastikan dahulu pada ahli kesehatan apakah anda benar-benar membutuhkan supelemen iron sebelum anda mengonsumsinya karena gejala penyakit anemia kekurangan zat besi hampir sama dengan bebarapa penyakit lainnya.

Cara Pemesanan Obat Anemia

Obat Anemia Herbal, Alami, Tradisional Untuk Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh

Harga Obat Anemia K-Link Liquid Chlorophyll 1 Botol isi 500 ml = Rp.175.000,-

cara-pemesanan-cepat

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Anemia, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap 

Posted in Obat Anemia | Tagged , , , , , , , | Comments Off on Makanan Untuk Penderita Anemia

Cara Alami Mengobati Anemia

Cara Alami Mengobati Anemia – Penyakit yang disebabkan karena kekurangan pasokan darah dan oksigen atau yang diakibatkan dari kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi yang berfungsi sebagai zat pembentuk sel-sel darah merah. Bila tubuh kekurangan darah atau oksigen maka tubuh akan mudah merasa lemah dan terserang penyakit.

Penyakit anemia mudah sekali untuk dikenali dan dilihat secara fisik nyata seperti muka terlihat pucat, sering keluar keringat dingin, tidak dapat berdiri atau duduk terlalu lama, sering mengalami kesemutan, pusing, sakit kepala, dsb. Hal ini merupakan gejala dari penyakit anemia, jika dilihat secara detail untuk mengenali apakah kita memiliki penyakit anemia atau tidak dengan cara memeriksa kantung mata dalam bagian bawah, jika terlihat warna pink (merah agak keputihan) merupakan salah satu gejala dari anemia.

Penyakit anemia dapat melanda siapa saja termasuk ibu hamil dan anak-anak. Anemia yang dialami oleh ibu hamil akan berdampak buruk pada janin atau bayi yang dikandungnya, begitu pula anemia yang dapat menyerang anak-anak sangat berbahaya, karena dapat mempengaruhi fungsi kerja organ tubuh yang sangat vital seperti otak dan kepala bila kurang darah atau sel darah merah akan menurunkan daya konsentrasi dan anak sering mengalami pusing. Jika sudah terlihat atau menimbulkan gejala dari anemia, segera atasi dan lakukan pemeriksaan secara berkala, khususnya bagi wanita yang sedang dalam masa kehamilan dan mengalami anemia.

Salah satu gejala anemia adalah warna kantung mata pink (merah keputihan)

Berikut ini ada beberapa cara alami untuk mengatasi dan mengobati anemia dengan menggunakan sayur bayam yang banyak mengandung zat besi yangg sangat dibutuhkan tubuh, caranya adalah :

Bahan yang diperlukan :

1. Beberapa lembar daun bayam
2. 1 butir telur ayam kampung
3. Madu asli secukupnya

Cara pengolahannya :

1. Cuci bersih daun bayam kemudian haluskan hingga benar-benar lembut, lalu beri air secukupnya sedikit demi sedikit, peras dan ambil airnya.

2. Kemudian campurkan air perasan bayam dengan 1 butir telur ayam dan madu asli, aduk hingga tercampur rata.

3. Minum ramuan tersebut hingga 3 kali sehari, dengan takaran 1 kali minum = 1 gelas kecil. Lakukan hal ini hingga beberapa kali.

Cara Pemesanan Obat Anemia

Obat Anemia Herbal, Alami, Tradisional Untuk Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh

Harga Obat Anemia K-Link Liquid Chlorophyll 1 Botol isi 500 ml = Rp.175.000,-

cara-pemesanan-cepat

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Anemia, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap 

Posted in Obat Anemia | Tagged , , , , | Comments Off on Cara Alami Mengobati Anemia

Cara Mengobati Anemia

Cara Mengobati Anemia – Hemoglobin yang bertugas sebagai pembawa darah dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh hingga 98 % dan 2 % sisanya larut dalam plasma darah. Eritrosit yang merupakan sel darah merah yang tersimpan dalam tubuh manusia sekitar 2,5 gram yang mengandung zat besi sekitar 65 % di dalam tubuh manusia.

Jumlah normal sel darah merah yang dimiliki wanita dan pria berbeda. Orang dewasa memiliki 2-3 x 1013 eeritrosit atau sel darah merah yang diproduksi setiap waktu. Jumlah sel darah merah atau eritrosit pada wanita berkisar 4-5 juta per mikroliter dan pada pria berkisar sekitar 5-6 juta per mikroliter. Orang yang tinggal di dataran tinggi yang memiliki kadar oksigen yang rendah maka cenderung untuk memiliki sel darah merah yang lebih banyak). Eritrosit terkandung di darah dalam jumlah yang tinggi dibandingkan dengan partikel darah yang lain, seperti misalnya sel darah putih yang hanya memiliki sekitar 4.000-11.000 sel darah putih dan platelet yang hanya memiliki 150.000-400.000 di setiap mikroliter dalam darah manusia.

Kepingan eritrosit manusia memiliki diameter sekitar 6-8 μm dan ketebalan 2 μm, lebih kecil daripada sel-sel lainnya yang terdapat pada tubuh manusia. Eritrosit normal memiliki volume sekitar 9 fL (9 femtoliter) Sekitar sepertiga dari volume diisi oleh hemoglobin, total dari 270 juta molekul hemoglobin, dimana setiap molekul membawa 4 gugus heme.

Pemeriksaan darah sederhana bisa menentukan adanya anemia. Persentase rel darah merah dalam volume darah total (hematokrit) dan jumlah hemoglobin dalam suatu contoh darah bisa ditentukan. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari hitung jenis darah komplit (CBC).

Anemia banyak dialami oleh hampir setiap orang, namun kebanyakan mereka yang memiliki anemia tidak merasa khawatir, karena anemia umumnya dapat diobati dengan mudah namun tergantung pada penyebabnya.

Pengobatan anemia berdasarkan penyebabnya :

1. Anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi

Anemia yang disebabkan akibat kekurangan zat besi dapat diobati dengan suplemen yang mengandung zat besi yang harus dikonsumsi selama beberap bulan atau lebih. Apabila kekurangan zat besi tubuh akan kehilangan sel darah merah. Penyebab dari kekurangan zat besi ini mungkin juga dikarenakan menstruasi yang berlebihan sehingga menguras dan mengeluarkan darah lebih banyak, tubuh kemudian terasa lemah atau mengalami perdarahan akibat luka kronis dan penyebab lainnya. Jika anemia yang dialami berlanjut pada keadaan yang kronis maka diperlukan pengobatan secara medis atau melakukan suatu pembedahan (operasi).

2. Anemia akibat dari kekurangan asupan vitamin

Anemia yang diakibatkan karena kekurangan vitamin atau anemia pernisiosa dapat diobati dengan cara memberikan suntikan suplemen seeperti vitamin B 12 atau jika kekurangan asam folat maka diberikan suntikan suplemen yang mengandung asam folat.

3. Anemia karena penyakit kronis

Secara medis tidak ada pengobatan khusus untuk anemia yaang diakibatkan oleh penyakit kronis. Jika dilakukan pemeriksaan umumnya dokter hanya memberikan pengobatan yang mendasar seperti pemberian suplemen zat besi dan vitamin pendukung lainnya untuk membantu meringankan anemia. Namun, apabila anemia yang dirasakan cukup parah atau kronis, maka dibutuhkan transfusi darah atau donor darah atau berupa suntikan ertropoietin sintetis yang melibatkan hormon yang diproduksi oleh ginjal dapat membantu merangsang produksi sel darah merah dan mengurangi kelelahan.

4. Anemia aplastic

Pengobatan yang dapat dilakukan dari anemia jenis ini adalah dengan melakukan transfusi darah untuk memacu peningkatan produksi sel darah merah.

Untuk anemia aplastic ini jika diketahui adanya suatu penyebab yang disebabkan oleh kerusakan pada sumsum tulang belakang sehingga tidak mampu memproduksi sel-sel darah yang sehat. Maka diperlukan pengobatan dengan melakukan transplantasi sumsum tulang belakang. Umumnya anemia aplastic hampir sama seperti penyakit leukimia yang memerlukan pengobatan dengan cara cangkok atau transplantasi sumsum tulang. Dalam melakukan pembedahan transplantasi sumsum tulang seseorang akan diberikan obat penekan kekebalan tubuh untuk mengurangi sistem kekebalan tubuh dan memberikan peluang pada sumsum tulang yang telah ditransplantasi atau dicangkok untuk membangkitkan fungsi sumsum tulang yang baru.

5. Anemias terkait dengan penyakit sumsum tulang. Pengobatan berbagai penyakit dapat berkisar dari obat yang sederhana hingga kemoterapi untuk transplantasi sumsum tulang.

6. Anemias hemolitik

Mengelola anemia hemolitik termasuk menghindari obat-obatan tertentu, mengobati infeksi terkait dan menggunakan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan yang dapat menyerang sel-sel darah merah. Pengobatan singkat dengan steroid, obat penekan kekebalan atau gamma globulin dapat membantu menekan sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel darah merah.

7. Jika kondisi telah menyebabkan pembesaran limpa, maka limpa harus diangkat. Limpa manusia merupakan organ hang sangat kecil yang berada di bawah tulang rusuk di sisi kiri yang berfungsi sebagai media penyaring dari sel-sel darah yang rusak.

Anemia hemoltik umumnya dapat menyebabkan limpa menjadi membesar dan merusak sel darah merah. Limpa yang membesar mempengaruhi anemia hemolitik yang membuang banyak sel darah merah. Tergantung pada keparahan anemia, transfusi darah atau plasmapheresis mungkin diperlukan. Plasmapheresis adalah jenis prosedur penyaringan darah.

8. Sickle cell anemia

Pengobatan untuk anemia ini dapat mencakup pemberian oksigen, obat menghilangkan rasa sakit, baik oral dan cairan infus untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah komplikasi. Dokter juga biasanya menggunakan transfusi darah, suplemen asam folat dan antibiotik. Transplantasi sumsum tulang mungkin merupakan pengobatan yang efektif pada beberapa keadaan. Sebuah obat kanker yang disebut hidroksiurea (Droxia, Hydrea) juga digunakan untuk mengobati anemia sel sabit pada orang dewasa.

Cara Pemesanan Obat Anemia

Obat Anemia Herbal, Alami, Tradisional Untuk Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh

Harga Obat Anemia K-Link Liquid Chlorophyll 1 Botol isi 500 ml = Rp.175.000,-

cara-pemesanan-cepat

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Anemia, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap 

Posted in Obat Anemia | Tagged , , , , | Comments Off on Cara Mengobati Anemia

Pemeriksaan Hematologi – Ferritin Untuk Anemia

Pemeriksaan Hematologi – Ferritin Untuk Anemia

HEMATOLOGI RUTIN – FERRITIN

Pemeriksaan ferritin tidak dapat dipisahkan dari pemeriksaan hematologi rutin agar dapat memberikan informasi diagnostic lebih baik.

Darah adalah cairan berwarna merah yang terdapat pada semua makhluk hidup [kecuali tumbuhan] tingkat tinggi.

Fungsi Darah

• Transportasi (sari makanan, oksigen, karbondioksida, sampah dan air)
• Termoregulasi (pengatur suhu tubuh)
• Imunologi (pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri)
• Homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pengatur pH tubuh)

Sel Darah

1. Sel darah merah (eritrosit)
Mengangkut oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2)
2. Sel darah putih (leukosit)
Pertahanan tubuh terhadap virus dan bakteri
3. Platelet (trombosit)
Berperan aktif pada pembekuan darah (koagulasi) dan menghentikan perdarahan (hemostasis)

Pemeriksaan Hematologi Rutin

→ Mengetahui keadaan darah dan komponennya untuk membantu skrining dan diagnosis berbagai penyakit

a. Eritrosit :
Mengetahui jumlah sel darah merah yang berfungsi sebagai alat transpor utama untuk membawa oksigen
b. Hemoglobin
Menentukan konsentrasi Hb (protein dalam eritrosit yang berfungsi membawa oksigen ke dalam tubuh) untuk mengetahui ada tidaknya anemia
c. Leukosit :
Mengetahui jumlah sel darah putih yang bertanggungjawab terhadap imunitas tubuh, evaluasi infeksi bakteri dan virus, proses metabolic toksik dan lain-lain
d. Trombosit :
Mengetahui jumlah trombosit yang berperan dalam proses penghentian perdarahan
e. Hematokrit :
Menentukan konsentrasi sel darah merah (eritrosit) di dalam darah yang bermanfaat untuk evaluasi berbagai penyakit seperti dehidrasi, polisitemia, dan lain-lain.
f. Nilai – nilai MC :
→ Mean corpuscular hemoglobin (MCH) :
Banyaknya Hb rata-rata yang terdapat dalam eritrosit.
→ Mean corpuscular volume (MCV) :
Volume rata-rata sebuah eritrosit
Nilai – nilai MC ini bermanfaat untuk memperkirakan jenis anemia (perlu konfirmasi lagi dengan Gambaran Darah Tepi / GDT)
g. Gambaran Darah Tepi (GDT)
GDT berperan penting dalam membantu diagnosis kelainan darah dengan memberikan informasi berupa morfologi sel darah seperti eritrosit, leukosit dan trombosit serta distribusi sel-sel darah.

Bagaimana hubungan pemeriksaan Hematologi rutin dan Ferritin ?

Jika hasil pemeriksaan hematologi rutin terutama eritrosit, Hb, hematokrit dan nilai-nilai MC menunjukkan hasil yang rendah dan pada konfirmasi GDT didapatkan anemia mikrositik dan hipokromik, maka anemia mungkin disebabkan oleh jumlah cadangan besi (ferritin) dalam tubuh yang berkurang.

Oleh karena itu harus dilanjutkan dengan pemeriksaan ferritin untuk memastikan adanya anemia defisiensi besi. Jika hasil ferritin tinggi, maka perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab anemia.

FERRITIN

Ferritin adalah cadangan besi dalam tubuh. Zat besi menjadi sangat penting karena setiap pertumbuhan sel manusia membutuhkan keberadaan zat besi ini.

Tujuan Pemeriksaan Ferritin

• Melengkapi pemeriksaan hematologi pada anemia
• Pemantauan cadangan besi dalam tubuh
• Mengetahui resiko diabetes pada kehamilan (Ferritin > 300 ng/ml)
• Pemantauan pasien penerima transfusi darah terus-menerus / kelebihan
• Pemantauan pasien yang mendapatkan terapi besi

Siapa yang Memerlukan Pemeriksaan Ferritin ?

• Seseorang yang mempunyai gejala anemia
• Wanita hamil, karena mayoritas secara fisiologis mereka mengalami defisiensi zat besi
• Anak-anak, prevalensi anemia defisiensi besi di Indonesia tinggi terutama pada anak-anak
• Pasien transfusi darah rutin, untuk mengetahui resiko kelebihan zat besi yang dapat menumpuk dalam tubuh.

Peningkatan Kadar Ferritin Ditemukan pada pasien dengan :

• Gangguan hati
• Transfusi darah terus-menerus/berlebihan
• Hemokromatosis / penyakit kelebihan besi yang diturunkan
• Anemia hemolitik
• Keganasan (sintesis ferritin oleh sel tumor)
• Terganggunya klirens ferritin dari plasma
• Diabetes pada kehamilan, dan lain-lain

Penurunan Kadar Ferritin

Ditemukan pada anemia defisiensi besi yang dapat disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, gangguan penyerapan zat besi, adanya infeksi parasit/cacing, kehilangan banyak darah (akut/kronis).

# Jika ditemukan keadaan anemia maka perlu diperiksa apakah jenis anemianya mikrositik hipokrom atau tidak. Pada anemia mikrositik hipokrom perlu diperiksa ferritin untuk menentukan apakah anemianya disebabkan oleh defisiensi besi atau oleh penyebab lainnya seperti thalassemia, anemia penyakit kronis dan lain-lain #

Cara Pemesanan Obat Anemia

Obat Anemia Herbal, Alami, Tradisional Untuk Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh

Harga Obat Anemia K-Link Liquid Chlorophyll 1 Botol isi 500 ml = Rp.175.000,-

cara-pemesanan-cepat

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Anemia, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap 

Posted in Obat Anemia | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment